Matematika klinik merupakan matematika dalam laboratorium kesehatan/klinik yang membahas tentang perhitungan-perhitungan menggunakan rumus matematika aplikasi sehingga dapat mempermudah perhitungan-perhitungan tersebut di laboratorium klinik/kesehatan.
Tujuan mempelajari matematika klinik adalah :
1. Mengenal berbagai rumus matematika dalam pekerjaan di laboratorium kesehatan/klinik.
2. Sebagai ilmu pengantar dasar untuk keilmuan laboratorium.
3. Memahami dan menjelaskan cara perhitungan berbagai rumus tersebut.
4. Mempraktekkan cara perhitungan di laboratorium.
5. Memilih cara perhitungan yang tepat untuk berbagai persoalan matematis yang muncul dalam pekerjaan di laboratorium kesehatan
Mata pelajaran Matematika Klinik memiliki cakupan ilmu yang cukup luas, namun dalam modul ini diberikan batasan hanya untuk laboratorium kesehatan/klinik terutama perhitungan yang sering dilakukan oleh analis kesehatan saat bekerja. Materi yang diberikan sebagai berikut : Notasi Ilmiah, Lambang Unsur Kimia, Dasar Stoikiometri, Pengenceran dan Titer, Aplikasi matematika dalam laboratorium klinik, Satuan-satuan laboratorium, Pengukuran dan Konversi, dan Konversi Satuan Suhu.
Setiap materi yang diberikan merupakan aplikasi dalam mengantar dasar-dasar menuju ilmu laboratorium baik bidang kimia kesehatan, hematologi, kimia klinik, bakteriologi, parasitologi maupun imunologi serologi. Dalam buku ini hanya diberikan penjelasan singkat cara-cara perhitungan tanpa harus mempelajari lebih dalam teori masing-masing rumus perhitungan terlebih dahulu.
Materi inilah yang saya ajarkan dengan anak-anak Siswa SMK Analis Kesehatan di Banjarmasin sebagai modal dasar masuk menuju Keilmuan Laboratorium Kesehatan
Contoh :
Notasi ilmiah adalah pernyataan matematika yang digunakan untuk menyatakan suatu bilangan desimal dalam bilangan antara satu dan sepuluh yang dikalikan dengan bilangan sepuluh berpangkat tertentu. Notasi ilmiah sering digunakan untuk perhitungan pendekatan/pembulatan dari bilangan yang sangat besar atau sangat kecil.
Contoh :
- Bilangan sepuluh berorde besar (positif)
10 = 101
100 = 102
1.000 = 103
1.000.000 = 106
- Bilangan sepuluh berorde kecil (negatif)
0,1 = 10-1
0,01 = 10-2
0,001 = 10-3
0,0000001 = 10-7
- bilangan yang sangat besar :
467.890.987 ditulis dengan pembulatan 2 desimal 4,68 x 108
56.000.000 ditulis 5,6 x 107
- bilangan yang sangat kecil :
0,0000897 ditulis 8,97 x 10-5
0,0000008767 ditulis 8,767 x 10-7
Contoh 2 :
Pembahasan tentang Titer :
Secara umum titer dapat diartikan adalah batas kemampuan suatu bahan/spesimen diencerkan untuk masih dapat bereaksi sesuai dengan reaksi yang terjadi dan dapat dideteksi dengan reagensia tertentu yang bersesuaian. Semakin pengenceran lebih tinggi maka semakin tinggi pula titer yang didapat. Penggunaan titer ini banyak terjadi pada pemeriksaan Imunologi Serologi untuk mencari titer tertinggi pada serum manusia yang masih bereaksi dengan reagensia spesifik. Misal titer widal slide 1/320, titer ASTO 128x atau titer HCG 400x.
Setiap kit reagen memiliki nilai sensitifitas pengukuran, apabila nilai sensitifitas pengukuran dikalikan dengan titer pengenceran, maka akan didapatkan nilai sebenarnya pemeriksaan yang dilakukan, misal kadar CRP : 96 mg/dL. Oleh sebab itu apabila membeli suatu kit pemeriksaan sebaiknya dilihat dan dibaca brosur pemeriksaan agar dapat diketahui sensitifitas pemeriksaan dan cara pemeriksaan kualitatif dan semikuantitatif.
Sebelum mengetahui Titer sebaiknya terlebih dahulu melakukan pengenceran serum secara bertingkat dari terendah hingga tertinggi sesuai rekomendasi metode hingga hasil positif terakhir yang masih mampu dideteksi oleh reagensia yang digunakan.